Thursday, March 22, 2012

Jembatan Semanggi

Jembatan  Semanggi merupakan salah satu proyek mercusuar yang di gagas Presiden Soekarno. Dibangun pada tahun 1961 dengan konstruksi menyerupai tumbuhan Semanggi (marsilea mutica), jembatan ini menjadi urat nadi sistem transportasi di Jakarta.


Melalui jembatan ini pengguna jalan bisa melanjutkan perjalan ke empat penjuru mata angin dari arah mata angin manapun. Desainnya yang unik memungkinkan jembatan ini tak berlampu lalulintas seperti halnya perempatan jalan pada umumnya.

Sekitar Jembatan Semanggi

Berikut adalah beberapa poin disekitar Jembatan Semanggi:
  • Lingkaran Utara: Gedung GKBI - Gedung BRI II -Gedung BRI I -Pasar Benhil
  • Lingkaran Timur: UNIKA Atmajaya, RS. Jakarta, Plaza Semanggi (Gedung Veteran )
  • Lingkaran Selatan: Polda Metro Jaya (KOMDAK), Bursa Efek Indonesia, SCBD.
  • Lingkar Barat: Gelora Bung Karno, Hotel Sultan
Intermezo

Suatu pagi selepas subuh di tahun 1980-an, Abah seperti biasanya berjalan-jalan menikmati udara pagi. Jam masih menunjukan pukul 05.30 ketika ada seorang laki-laki yang sudah berumur sedang mengayuh sepedanya dan berhenti menghampiri Abah yang saat itu sedang mengobrol dengan temannya. Dan mereka bertiga pun terlibat obrolan pagi itu.

Cerita Abah, laki-laki itu amat misterius. Menurut pengakuannya, dia keluar dari rumahnya di Jakartaselepas subuh atau sekitar jam 4.30 pagi. Dan dengan sepedanya itulah dia sampai ke daerah tempat tinggal kami pada pukul 5.30 atau sekitar 1 jam perjalanan. Bagi Abah, dan tentu saja bagi kami yang mendengar cerita tersebut, itu adalah sesuatu yang mustahil mengingat jauhnya jarak yang ditempuh. Kami tinggal di Cigading, sebuh desa yang terletak 10 km di sebelah barat Kota Cilegon. Yang artinya, jika omongan laki-laki itu benar, maka dia mengayuh sepedanya sejauh 150-200 km dalam waktu hanya satu jam. Mustahil bukan. Abah sendiri sebenernya tidak percaya dengan omongan lelaki misterius tersbut.

Singkat cerita, teman ngobrol Abah pagi itu memang berniat pergi ke Jakarta mengantarkan pesanan batu karang. Mengetahui hal itu, lelaki tua tadi minta tumpangan pulang ke Jakarta.

Menerut cerita teman Abah, Lelaki tua tersebut meminta untuk diturunkan di daerah pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Berdasarkan obrolan sepanjang perjalanan antara Cigading - Jakarta, Lelaki tua itu mengaku bernama Rasijah Lang Lang Buana. Apabila ingin menemuinya, teman Abah tadi disuruh datang menemuinya di atas Jembatan Semanggi pada malam Jumat setiap purnama!!! (aih... susah banget kayaknya nemuin bapak tua ini).

Anda berminat menemuinya?

No comments:

Post a Comment